Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 07 Maret 2013

Ketika Hijab Menjadi Keindahanku

“Hari gini gak pake jilbab???”
Celetukan yang pernah aku dengar sekali dari mulut temanku. Alih-alih mengiyakan, aku malah terheran-heran. Memangnya kenapa kalau memang masih ada orang yang belum memakai jilbab. Toh, memakai jilbab itu bukan suatu trend, melainkan panggilan hati.
Aku sendiri mulai memakai jilbab sejak tahun 2005. Dimana waktu itu aku masih menjadi seorang waitress di salah satu resto jepang. Aku ingat betul alasan pertama kali memutuskan untuk memakai jilbab.
Saat itu dalam rangka Idul Fitri dan aku pergi bersilaturahmi dengan mengenakan jilbab seharian kemana-mana. Hari kedua perayaan Idul Fitri, aku sempat berpikir, “Kemarin, seharian aku mengenakan jilbab. Kalau hari ini aku keluar rumah dengan kepala pelontos maka malulah aku karena hanya menggunakan jilbab di saat-saat tertentu saja.” Akhirnya aku memutuskan memakai jilbab di hari-hariku kemudian.
Namun satu yang masih menjadi ganjalan saat itu, di tempat aku bekerja tidak diperbolehkan menggunakan jilbab. Memang, bukan hanya aku saja pegawai yang berjilbab, masih ada 2 orang temanku lagi yang memakai jilbab. Jadilah aku dan kedua temanku itu terpaksa melepas jilbab pada saat jam kerja. Dan baru memakainya lagi setelah jam kerjaku berakhir…
Setelah 2 tahun lamanya aku lepas-pasang jilbab, akhirnya aku berhenti bekerja dan memutuskan untuk meneruskan kuliahku. Pada saat awal-awal kuliah itulah imanku diuji. Bukannya semakin yakin mengenakan jilbab, aku malah makin sering “lupa” untuk memakainya.
Terkadang aku berpikir, “toh, hanya keluar sebentar saja, dan dekat pula. Untuk apa repot-repot memakai jilbab.” itulah pikiranku saat itu yang sebenarnya aku pun malu melakukannya, tapi entah kenapa ada rasa malas untuk mengenakannya lagi.
Dan akhirnya aku tidak pernah mengenakan jilbab lagi. Aku hanya mengenakan jilbab ketika berkunjung ke rumah orang tua suamiku (yang saat itu masih menjadi pacar), alasannya adalah, karena orang tuanya memang menginginkan anaknya berpacaran dengan perempuan yang memakai jilbab dan pada saat awal aku dikenalkan pada orang tuanya, aku memang masih rajin mengenakan jilbab. Jadilah aku menjadi seorang yang munafik kala itu.
Sampai suatu hari, aku ditegur oleh orangtuaku mengenai perilaku menyimpangku itu. Ya..aku pun menyadarinya..
bukan karena trend aku memakai jilbab,
bukan karena malu aku memakai jilbab,
dan bukan karena ingin disukai aku memakai jilbab
Memakai jilbab memang sudah wajib hukumnya bagi seluruh perempuan muslim. Rasulullah bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yg aku belum pernah melihatnya, Laki-laki yg tangan mereka menggenggam cambuk yg mirip ekor sapi utk memukuli orang lain dan wanita-wanita yg berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian”.
Dan inilah aku sekarang, mulai yakin memakai jilbab pada tahun 2008. Dan aku semakin nyaman memakainya.
5 hal yang membuatku nyaman mengenakan jilbab..
1. Niat
Niat adalah yang paling utama. Tidak akan terbentuk pribadi sholehah bila kita memakai jilbab tanpa disertai niat kita untuk menutupi aurat kita.
2. Jilbab is not a trend, but it’s trendy
Ya, ketika aku menyadari mengenakan jilbab bukanlah suatu trend. Tapi ketika memakai jilbab kita bisa menjadi seseorang yang trendy. Bukankah seorang wanita memang senang me-mix and match-kan segala sesuatunya?
3. Praktis
Mungkin bukan hanya aku saja yang kadang diterpa rasa malas untuk keramas, apalagi kalau kita sudah terlambat untuk pergi kerja. Walaupun rambut kita lepek, berminyak, dan definitely not one of our best hair day, dengan memakai jilbab, semua masalah teratasi. :D
4. Senjata dalam bergaul
Secara tidak langsung, dengan berjilbab kita bergaul dengan lebih “teratur”. Tau mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan seorang muslimah cukup dengan alasan “malu, karena jilbab”.
5. Dipuji Suami (gyahahahahaha…)
Seriously, ini memang bener. Tidak pernah ada kata “mengurangi kecantikan” ketika kita memakai jilbab, melainkan segala sesuatu yang terpancar dari jilbab kita semua itu adalah keindahan.
Walaupun sekarang aku masih mengenakan jilbab “seadanya” tapi mudah-mudahan aku selalu dihindarkan dari segala sesuatu yang negatif. Allah menjagaku melalui selembar kain yang tersampir di kepalaku, perlindungan-Nya lebih dekat daripada deyut nadi kita. Aku berdoa mudah2an aku akan selalu ada di jalan yang Kau ridhoi Yaa Rabb. Amin….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About

 
Free Daisy ani Cursors at www.totallyfreecursors.com